Kejadian pertama, saat pulang mengantar ibu saya dari Bandara Sultan Hasanuddin. Di perjalanan ternyata jalan perintis kemerdekaan Makassar ditutup oleh tidak lebih dari 20 mahasiswa UKI yang menggunakan jas almamater. Mereka terlihat seperti sangat senang, berteriak-teriak di tengah jalan dan membakar ban bekas. Alhasil asap hitam mengepul, kendaraan di jalan stag tidak bisa bergerak dengan antrian sekitar 500 meter dari arah bandara Sultan Hasanuddin.
Saat mahasiswa tengah asyik berorasi, tiba-tiba hujan deras turun. Semua pengguna sepeda motor, termasuk saya otomatis basah karena tidak bisa berteduh. Akhirnya, setelah menerobos dengan susah payah, saya bisa keluar, itu pun sepeda motor harus bergesekan dengan kendaraan lainnya.
Kejadian kedua, saat mengikuti kegiatan di wilayah pusat kota Makassar. Setelah selesai, saya pulang ke rumah di wilayah Telkomas dengan seorang teman. Di jalan perintis kemerdekaan ternyata jalanan sudah stag tertutup oleh massa dari kelompok mahasiswa UIM, STMIK Dipanegara, dan Unhas.
Saya terjebak di jalan dari siang hingga menjelang malam hari. Setelah membayar beberapa orang untuk mengeluarkan sepeda motor saya (lewat median jalan). Saya bisa keluar tapi tetap tidak bisa ke rumah. Akhirnya saya singgah sebentar di salah seorang rumah teman. Menjelang tengah malam baru bisa pulang ke rumah, itu pun harus menerobos dengan susah payah di kerumunan demonstran.
Demo bbm sepertinya sudah menjadi lumrah bagi mahasiswa menyikapi keputusan pemerintah untuk menaikkan bbm. Seiring dengan perkembangan zaman, demo bbm seringkali bergeser menjadi aksi yang merugikan rakyat banyak seperti menutup jalanan, menyerang dan membakar SPBU, fasilitas umum, dan lainnya.
Tindakan aksi yang merugikan jelas-jelas sangat salah. Bayangkan betapa ruginya masyarakat. Mereka yang sudah banyak menderita akibat keputusan pemerintah yang memberatkan, apakah harus menderita lagi karena ulah sebagian oknum mahasiswa, buruh, dan kawan-kawannya?
Ada 1001 cara untuk menyampaikan aspirasi. Ada banyak celah untuk berbuat dan berkarya untuk rakyat. Jika masih ada cara lain yang lebih baik, kenapa harus menggunakan cara-cara yang merugikan banyak orang?
Keputusan final tentang kenaikan bbm itu rilis 1 April 2012, yang menghasilkan keputusan "mengambang" atau tidak jelas (ciri khas pemerintah dan DPR Indonesia). BBM dinyatakan akan dinaikkan bila harga minyak dunia naik pada kisaran tertentu.
Melihat penderitaan masyarakat karena aksi demo bbm, yang juga tentunya menguras tenaga mahasiswa dan demonstran lainnya, melihat sidang DPR yang alot, dan melihat penderitaan masyarakat, dan keputusan menaikkan bbm yang belum jelas, kita harus bertanya, demo bbm menghasilkan apa?
Sumber Gambar : http://www.bisnis-kti.com


mksih info nya gan...
BalasHapusBoleh sih demo asal tertib...
BalasHapusikutan juga ya gan?
Hapusya sipp gan...
BalasHapusmakasih bnyak infonya..
BalasHapusinfo yg sngat menarik...
BalasHapusmakasih bnyak infonya..
nice info
BalasHapusThanks for info
BalasHapusmakasih infonya gan...
BalasHapusHasilnya ya itu gan, DPR menolak kenaikan harga minyak per 1 April lalu.
BalasHapusbukannya menolak gan...tapi menunda.
Hapusmaha siswa itu tujuan nya ingin menyampaikan aspirasi masyarakat kepada para pejabat .. memang sih demo itu merugikan macet lah salah satu nya tapi dengan adanya demo itu adalah satu bentuk kekesalan rakyat terhadap para pejabat ..
BalasHapuskalau ada alternatif lain selain demo kenapa tidak kita lakukan ..
demo .. menurut saya mah demo itu tidak efektif soalnya ia merugikan masyarakat macet lah rusuh gitu ..
BalasHapusmendingan rapat aja sama anggota dpr ngomong baik baik kan enak tuh kayak nya
ia juga ya kalau di pikir pikirmah demo kita kadang cuma dapet capek nya doang pemerintah tidak mendengarkan kata kata kita padahal kita udah capek capek demo yang jelas jelas demo itu merugikan rakyat banyak terutama kemacetan
BalasHapussemoga demo ini tak terulang kembali
kalau bisa mah jangan sampe terjadi yang namanya demo , demo banyak merugikan rakyat kemacetan lah tentunya rusuh sama polisi , mendingan kita damai damai saja lah satu perwakilan saja menghadap pejabat diskusikan ga usah demo segala
BalasHapussebenar nya ada sih jalan lain selain demo untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintahan akan tetapi mahasiswa juga punya HAM dan karena emosi mereka meluapkan nya dengan demo membakar bakar ban padahal hal itu kurang baik ..
BalasHapustinggal bagai mana kesadaran masing masing saja
demo boleh-boleh saja asal jangan ada pihak yg dirugikan..dan pemerintah juga seharusnya mendengarkan jeritan rakyatnya..karena bagaimanapun mereka bisa seperti itu karrena adanya rakyat..
BalasHapuskekuasaan tertinggi kan ada di tangan rakyat..
thanx infonya gan..
BalasHapusdemo akibat kenaikan BBM tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapu juga membobol dana pemerintah untuk perbaikan ulang..
BalasHapussuatu tindakan yang tidak membawa perubahan sedikitpun .. alangkah lucunya negeri ini.
hanya mengganggu ketertiban masyarakat saja tuh..
BalasHapussebenar nya demo itu ada sesuatu yang di hasilkan .. karena demo juga adalah satu bentuk inspirasi permohonan masyarakat menyampaikan keluh kesah dan unek unek masyarakat akan tetapi caranya saja yang kurang efektif ..
BalasHapuskalau memang ada cara lain untuk menyampaikan inspirasi nya ya .. kita lakukan yang lebih baik karena demo kurang efektif .. bisa menghambat pekerjaan kita membuat jalan menjadi macet dan seterus nya .. bisa merugikan masyarakat banyak tentunya ..
terima kasih infonya, sukses selalu :)
BalasHapuswah ,, jgn sampe ricuh ja ya
BalasHapusdemo terus, kapan damainya
BalasHapusampun demo lagi demo lagi
BalasHapusapa gk bosan ?
Betul banget gan bikin lama nunggu tapi nereka juga demi kepentingan warga dan negara.
BalasHapusterimakasih gan infonya
demo ya demo
BalasHapusya mudah-mudahan DPR masih bisa melindungu rakyatnya,,,
BalasHapusayo lah pemerintah jangan asal naik aja,pikirkan juga rakyat kecil
BalasHapusiye sih.. lebih baik pemerintah juga mikir nasib rakyatnya juga.. tapi rakyat juga harus memberikan suatu timbal balik positif juga :D
BalasHapus